Asetilkolin adalah obat yang disuntikkan langsung ke mata dan digunakan dalam beberapa prosedur

Asetilkolin adalah obat yang disuntikkan langsung ke mata dan digunakan dalam beberapa prosedur operasi katarak dan glaukoma. Obat ini memiliki efek untuk memperlebar pupil, melebarkan pembuluh darah, dan menurunkan tekanan bola mata.

Menggunakan Asetilkolin dengan Benar
Asetilkolin hanya tersedia dalam bentuk obat suntik. Pemberian obat harus dilakukan oleh dokter atau tenaga medis atas instruksi dokter. Dokter juga akan memantau pernapasan, tekanan darah, serta fungsi saraf selama asetilkolin diberikan.

Pastikan cairan asetilkolin dalam kondisi tersegel, bening dan tidak berwarna sebelum digunakan.

Hindari membekukan cairan asetilkolin sebelum atau sesudah dibuka.

Interaksi Obat
Berikut ini adalah beberapa risiko yang dapat terjadi apabila asetilkolin digunakan dengan obat lain:

Meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan jantung, jika digunakan dengan obat darah tinggi jenis penghambat beta, seperti atenolol, metoprolol, carvedilol, propranolol, dan timolol.
Menurunkan efektivitas asetilkolin, jika digunakan dengan obat tetes mata anti radang, misalnya diclofenac dan ketorolac.
Meningkatkan dan memperpanjang efek asetilkolin, jika digunakan dengan obat untuk demensia, seperti donepezil dan memantine.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Asetilkolin
Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan asetilkolin adalah:

Sakit kepala
Produksi air liur, air mata, dan ingus yang berlebihan
Sering buang air kecil
Mual
Muntah
Nyeri perut
Diare
Penggunaan obat ini juga berisiko menimbulkan gejala alergi yang ditandai dengan gatal, muncul ruam pada kulit, pembengkakan di bagian wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan, serta sesak napas. Jika gejala tersebut muncul, dokter akan melakukan tindakan pengobatan, serta memantau denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *