Benzodiazepine adalah golongan obat penenang atau sedatif yang

Benzodiazepine adalah golongan obat penenang atau sedatif yang digunakan untuk membantu dalam menenangkan pikiran dan melemaskan otot-otot. Benzodiazepine digunakan sebagai pengobatan pada kondisi-kondisi, seperti:

Gangguan kecemasan
Serangan panik
Obat penenang sebelum operasi
Insomnia
Otot tegang (muscle spasm)
Kejang
Sindrom ketergantungan alkohol
Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi sistem saraf pusat, yang akan membuat saraf otak menjadi kurang sensitif terhadap rangsangan, sehingga menimbulkan efek yang menenangkan.

Chlordiazepoxide
Merek dagang Chlordiazepoxide: Analsik, Braxidin, Cliad, Clixid, Librax, Melidox, Sanmag

Bentuk obat: Tablet

Gangguan kecemasan
Dewasa: 30 mg perhari, yang dibagi menjadi beberapa dosis. Untuk gangguan kecemasan serius, dosis maksimal adalah 100 mg per hari.
Muscle spasm
Dewasa: 10-30 mg per hari, dibagi menjadi beberapa dosis.
Insomnia
Dewasa: 10-30 mg per hari, dikonsumsi sebelum tidur malam.
Sindrom putus zat karena alkohol
Dewasa: 25-100 mg per hari, yang diberikan selama diperlukan. Dosis maksimal adalah 300 mg per hari
Clobazam
Merek dagang Clobazam: Anxibloc, Asabium, Clobazam, Clofritis, Frisium, Proclozam

Bentuk obat: Tablet

Gangguan kecemasan berat
Dewasa: Dosis awal adalah 20-30 mg per hari, sekali sehari yang dikonsumsi pada malam hari atau dibagi menjadi beberapa dosis, selama 2-4 minggu. Dosis maksimal adalah 60 mg per hari.
Lansia: 10-20 mg per hari.
Terapi pendukung untuk epilepsi
Dewasa: 20-30 mg per hari. Dosis bisa ditingkatkan jika diperlukan, maksimal 60 mg per hari.
Anak usia di atas 6 tahun: Dosis awal adalah 5 mg per hari, maksimal 60 mg.
Lansia: Dosis awal adalah 5 mg per hari. Dosis bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi.
Clonazepam
Merek dagang Clonazepam: Clonazepam, Riklona 2, Rivotril

Bentuk obat: Tablet

Serangan panik
Dewasa: Dosis awal adalah 0,25 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan setelah 3 hari menjadi 1-4 mg per hari.
Epilepsi
Dewasa: Dosis awal adalah 1 mg, yang diberikan tiap malam. Dosis dapat ditingkatkan setelah 2-4 minggu, maksimal 20 mg per hari.
Anak usia 10 tahun ke bawah atau berat badan kurang dari 31 kg: 0,01-0,05 mg/kgBB per hari, yang dibagi menjadi 2-3 dosis. Dosis bisa ditingkatkan menjadi 0,25-0,5 setelah 3 hari, sampai kejang bisa dikontrol.
Lansia: 0,5 mg, yang dikonsumsi pada malam hari, selama 4 hari.
Diazepam
Merek dagang Diazepam: Diazepam, Neurindo, Neurodial, Neuroval, Opineuron, Potensik, Proneuron, Stesolid, Valdimex, Valisanbe

Bentuk obat: Tablet

Gangguan kecemasan berat
Anak-anak dan dewasa: 2 mg, 3 kali sehari, maksimal 30 mg per hari.
Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
Insomnia
Dewasa: 5-15 mg, yang dikonsumsi sebelum tidur malam.
Anak-anak: 1-2,5 mg, 3-4 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan jika diperlukan.
Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
Muscle spasm
Dewasa: 2-15 mg per hari, dibagi menjadi beberapa dosis. Dosis bisa ditingkatkan hingga 60 mg per hari jika disertai kondisi lainnya, misalnya cerebral palsy.
Anak-anak: 2-40 mg per hari, dibagi menjadi beberapa dosis.
Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
Kejang
Dewasa: 2-60 mg per hari, dibagi menjadi beberapa dosis.
Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
Obat penenang sebelum tindakan operasi
Dewasa: 5-20 mg.
Anak-anak: 2-10 mg.
Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa
Sindrom putus zat karena alkohol
Dewasa: 5-20 mg, yang dapat diberikan lagi setelah 2-4 jam jika diperlukan.
Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
Bentuk obat: Suntikan lewat pembuluh darah (intravena/IV)

Obat penenang sebelum tindakan operasi
Anak-anak dan dewasa: 100-200 mcg/kgBB.
Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis di atas.
Bentuk obat: Suntikan, bisa IV atau suntikan ke otot (intramuskular/IM)

Gangguan kecemasan berat
Dewasa: Maksimal 10 mg sekali suntik, yang dapat kembali disuntikkan setelah 4 jam.
Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis di atas.
Sindrom putus zat karena alkohol
Dewasa: 10-20 mg.
Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis di atas.
Muscle spasm
Dewasa: 10 mg, yang dapat disuntikkan kembali setelah 4 jam.
Anak-anak: 0,04-0,3 mg/kgBB, tiap 2-4 jam, hingga dosis mencapai 0,6 mg/kgBB selama 8 jam.
Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.
Kejang
Dewasa: 5-10 mg melalui suntikan IV, dan diulangi tiap 10-15 menit hingga dosis mencapai 30 mg.
Bayi usia 30 hari – anak usia 5 tahun: 0,1-0,5 mg melalui suntik IV, bisa disuntikkan lagi tiap 2-5 menit hingga dosis mencapai 5-10 mg.
Anak usia di atas 5 tahun: 1 mg yang diulang tiap 2-5 menit, dosis maksimal 10 mg per hari.
Lansia: Tidak lebih dari setengah dosis orang dewasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *