Bupivacaine adalah obat bius separuh badan

Bupivacaine adalah obat bius separuh badan atau hanya untuk salah satu area tubuh, yang digunakan pada saat tindakan medis, persalinan, atau operasi. Bupivacaine akan menghambat rangsangan nyeri yang dikirimkan oleh saraf menuju otak, sehingga seseorang tidak merasakan nyeri.

Bupropion adalah obat untuk mengatasi depresi, baik depresi ringan maupun berat. Obat ini juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi kecanduan merokok.

Sebagai antidepresan, bupropion bekerja dengan cara menyeimbangkan kimia alami otak (neurotransmitter) sehingga dapat memperbaiki suasana hati penderita depresi. Untuk mengatasi kecanduan rokok, bupropion bekerja dengan cara mengurangi hasrat ingin merokok dan efek putus rokok.

eringatan Sebelum Menggunakan Bupropion:
Jangan menggunakan bupropion jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini.
Jangan menggunakan bupropion dalam waktu 2 minggu setelah menggunakan obat penghambat MAO.
Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan bupropion, karena dapat meningkatkan efek samping bupropion.
Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat menderita gangguan mental, seperti gangguan bipolar, dan skizofrenia.
Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat menderita kejang, tumor otak atau tulang belakang, hipertensi, diabetes, glaukoma, serta gangguan ginjal, hati atau jantung.
Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan obat herbal.
Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin, karena bupropion dapat menyebabkan pusing.
Jika terjadi reaksi alergi obat dan overdosis setelah menggunakan bupropion, segera temui dokter.
Dosis dan Aturan Pakai Bupropion
Dosis bupropion akan disesuaikan dengan usia dan toleransi pasien kepada obat. Berikut dosis bupropion berdasarkan tujuan penggunaannya:

Tujuan: mengatasi depresi

Dosis tablet jenis immediate release untuk dewasa:

Dosis awal 100 mg, 2 kali sehari, selama 3 hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 100 mg, sebanyak 3 kali sehari.
Setelah beberapa minggu, dosisnya dapat ditingkatkan menjadi 150 mg, sebanyak 3 kali sehari.
Dosis tablet jenis sustained release untuk dewasa:

Dosis awal 150 mg, sekali sehari, di pagi hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2 kali sehari.
Setelah 4 minggu, dosis dapat ditingkatkan, namun tidak lebih dari 200 mg, sebanyak 2 kali sehari.
Dosis tablet jenis extended release untuk dewasa:

Dosis awal 150 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 300 mg per hari. Dosis maksimal 450 mg per hari.
Dosis tablet jenis immediate release untuk lansia:

37,5 mg, 2 kali sehari.
Dosis tablet jenis sustained release untuk lansia:

Dosis awal 100 mg per hari. Dosis maksimal 300 mg per hari.
Tujuan: menghentikan kebiasaan merokok

Dosis tablet untuk dewasa:

Dosis awal 150 mg, sekali sehari, selama 3 hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 150 mg, 2 kali sehari, selama 7-12 Dosis maksimal 300 mg per hari.
Dosis tablet untuk lansia:

Dosis 150 mg, sekali sehari, selama 7-9 minggu.
Cara Mengonsumsi Bupropion dengan Benar

Ikuti petunjuk dan saran dari dokter ketika menggunakan bupropion. Telan bupropion bulat-bulat, jangan membelah, atau mengunyah obat.

Dibutuhkan 1 bulan atau lebih untuk merasakan efek bupropion.

Jangan berhenti menggunakan bupropion tanpa petunjuk dokter, karena dosis obat perlu diturunkan secara bertahap hingga waktunya berhenti.

Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau saat makan. Jika merasa mual, konsumsilah bupropion saat makan. Bila lupa mengonsumsi obat, abaikan dan jangan menggandakan dosis pada jadwal konsumsi berikutnya.

Jika merasa kesulitan tidur atau mengalami insomnia, jangan konsumsi obat ini mendekati waktu tidur.

Simpan obat ini pada suhu ruangan, hindarkan dari suhu panas, udara lembap, dan paparan cahaya matahari langsung. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *