Cyclophosphamide adalah obat kemoterapi untuk mengatasi beberapa jenis kanker

Cyclophosphamide adalah obat kemoterapi untuk mengatasi beberapa jenis kanker. Di Indonesia, obat ini tersedia dalam bentuk suntikan, sehingga penggunaannya hanya boleh dilakukan oleh dokter, atau oleh tenaga medis dalam pengawasan dokter.

Peringatan:
Cyclophosphamide dapat meningkatkan risiko perdarahan pada saluran kemih, terutama pada orang yang pernah atau sedang menjalani radioterapi.
Sebelum menggunakan cyclophosphamide, beri tahu dokter bila Anda menderita kelainan darah atau gangguan saluran kemih.
Gunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan selama menggunakan cyclophosphamide, sampai 1 bulan setelah pengobatan selesai.
Segera ke dokter bila Anda atau pasangan Anda hamil dalam kurun waktu 4 bulan, sejak terakhir menggunakan cyclophosphamide.
Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan cyclophosphamide, bila Anda memiliki alergi pada bahan yang terkandung dalam obat ini atau dan pada obat kemoterapi lain, seperti busulfan atau ifosfamide.
Beri tahu dokter obat dan vitamin apa saja yang sedang dikonsumsi, sebelum menggunakan cyclophosphamide, terutama bila sedang menggunakan obat allopurinol, hidrokortison, atau phenobarbital.
Jangan menjalani imunisasi selama menggunakan cyclophosphamide, tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Cyclophosphamide dapat membuat tubuh lebih mudah berdarah. Hati-hati sewaktu menyikat gigi dan mencukur.
Cyclophosphamide dapat memicu pusing dan gangguan penglihatan. Hindari mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan, sampai mendapat izin dari dokter.
Harap berhati-hati dalam menggunakan cyclophosphamide jika berusia di atas 65 tahun, karena berisiko menimbulkan efek samping yang lebih berat.
Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika kondisi memburuk, muncul gejala alergi, atau terjadi overdosis saat menggunakan obat ini.
Dosis Cyclophosphamide
Dosis cyclophosphamide bervariasi, yaitu 2-40 mg/kgBB tiap minggu atau setiap 10-20 hari, tergantung jenis kanker yang diderita.

Menggunakan Cyclophosphamide dengan Benar
Pemberian cyclophosphamide hanya boleh dilakukan oleh dokter, atau oleh tenaga medis di bawah pengawasan dokter. Cyclophosphamide biasanya digunakan pada pagi hari. Selama penggunaannya, penderita perlu banyak minum air putih.

Ikuti jadwal yang ditetapkan dokter. Jika terlewat, konsultasikan kembali dengan dokter. Lakukan tes darah sesuai saran dokter selama melakukan pengobatan dengan cyclophosphamide.

Interaksi Cyclophosphamide dan Obat Lain
Beberapa obat yang berpotensi menimbulkan efek tertentu jika digunakan bersamaan dengan cyclophosphamide adalah:

Doxorubicin, efeknya berupa kerusakan pada jantung.
ACE inhibitor, efeknya berupa kelainan darah.
Amiodarone, efeknya berupa kerusakan pada paru-paru.
Amphotericin B, efeknya berupa kerusakan pada ginjal.
Azathioprine, efeknya berupa kerusakan pada hati.
Metronidazole, efeknya berupa gangguan fungsi otak.
Efek Samping Cyclophosphamide
Cyclophosphamide dapat menyebabkan sejumlah efek samping berikut ini:

Mual
Muntah
Diare
Sakit perut
Hilang nafsu makan
Rambut rontok
Sakit saat buang air kecil
Muncul ruam dan gatal pada kulit
Pembengkakan pada tungkai
Penyakit kuning
BAB berdarah
Sesak napas
Segeralah periksakan diri ke dokter bila mengalami efek samping yang parah atau tidak kunjung membaik.

Lihat lebih lanjut mengenai:

Kanker
Kanker Ginjal
Kanker Kandung Kemih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *