Entrostop bermanfaat untuk mengatasi diare.

Entrostop bermanfaat untuk mengatasi diare. Ada dua jenis produk Entrostop yang dijual secara bebas di pasaran, yaitu Entrostop dan Entrostop Herbal Anak.

Entrostop mengandung 650 mg attapulgite dan 50 mg pectin yang bekerja sama untuk untuk menyerap racun dan bakteri penyebab diare dalam usus, serta mengurangi jumlah cairan yang dikeluarkan. Selain itu, obat ini juga dapat mengurangi pergerakan usus sehingga keluhan nyeri perut akibat diare dapat berkurang.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Entrostop
Sebelum mengonsumsi Enstrostop, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

Jangan mengonsumsi entrostop jika Anda memiliki alergi terhadap zat yang terkandung dalam obat ini.
Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan Entrostop kepada lansia di atas 60 tahun dan anak-anak di bawah 12 tahun.
Konsultasikan penggunaan Entrostop dengan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk obat herbal dan suplemen.
Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi entrostop sebelum melakukan prosedur medis apa pun.
Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi entrostop.
Dosis dan Aturan Pakai Entrostop
Dosis entrostop ditentukan berdasarkan jenisnya dan usia pengguna. Berikut adalah penjelasannya:

Entrostop

Dewasa dan anak-anak usia >12 tahun: 2 tablet setiap selesai buang air besar sampai diare berhenti. Dosis maksimal 12 tablet per hari.
Anak-anak usia 6–12 tahun: 1 tablet setiap selesai buang air besar sampai diare berhenti. Dosis maksimal dosis 6 tablet per hari.
Entrostop Herbal Anak

Dewasa: 2 sachet, dikonsumsi 3 kali sehari
Anak-anak usia 6–12 tahun: 1 sachet, dikonsumsi 3 kali sehari
Cara Mengonsumsi Entrostop dengan Benar
Gunakan Enterostop sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan atau sesuai dengan anjuran dokter. Jangan menghentikan, menambahkan, atau mengurangi dosis tanpa petunjuk dokter.

Obat ini biasanya dikonsumsi setelah buang air besar, baik sebelum atau sesudah makan. Jika ragu, tanyakan kepada dokter.

Saat mengalami diare, disarankan untuk meningkatkan konsumsi cairan saat pengobatan berlangsung agar terhindar dari dehidrasi.

Simpan Entrostop di tempat yang teduh, kering, dan sejuk dalam suhu ruangan, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Entrostop dengan Obat Lain
Entrostop dapat menimbulkan sejumlah interaksi ketika digunakan bersama dengan obat-obatan lain, di antaranya:

Mengurangi penyerapan obat trihexyphenidyl, benztropine, loxapine, dicyclomine, eltrombopag, deferiprone, baloxavir, digoxin, dan lovastatin oleh tubuh
Memperberat efek konstipasi dari obat pereda nyeri golongan opioid, seperti oxycodone, hydrocodone, propoxyphene, morfin, dan obat batuk yang mengandung codeine
Mengurangi efektivitas antibiotik tetracycline, serta obat deferasirox, penisilamin, serta obat chloroquine, dan hydroxychloroquine
Efek Samping dan Bahaya Entrostop
Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin saja dapat terjadi setelah mengonsumsi Entrostop:

Konstipasi
Perut kembung
Sakit maag
Mual
Sakit kepala
Pusing
Kram perut
Segera temui dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik, atau jika Anda mengalami reaksi alergi.

Lihat lebih lanjut mengenai:

Diare
Intoleransi Laktosa
Irritable Bowel Syndrome

11 Responses to Entrostop bermanfaat untuk mengatasi diare.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *