Feminax adalah obat yang bermanfaat untuk meredakan nyeri haid (dismenore) dan kram perut

Feminax adalah obat yang bermanfaat untuk meredakan nyeri haid (dismenore) dan kram perut. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan dijual secara bebas terbatas.

Feminax mengandung 500 mg paracetamol dan 7,6 mg ekstrak hiosiami atau hyoscyamine. Kandungan paracetamol yang ada di dalam Feminax bekerja untuk meredakan rasa nyeri. Sedangkan ekstrak hiosiami bekerja untuk membuat otot saluran pencernaan menjadi rileks.

Peringatan Sebelum Menggunakan Feminax:
Jangan menggunakan Feminax bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap paracetamol atau ekstrak hiosiami.
Jangan menggunakan Feminax jika sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
Jangan memberikan Feminax kepada anak berusia di bawah 10 tahun.
Jangan minum alkohol, mengendarai kendaraan bermotor, atau mengoperasikan alat berat, selama menggunakan Feminax.
Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, vitamin, suplemen, atau produk herbal.
Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit infeksi, penyakit liver, penyakit ginjal, aritmia, gagal jantung, hernia hiatus, penyakit asam lambung, tukak lambung, kolitis ulseratif, megakolon, atau glaukoma.
Beri tahu dokter jika Anda sedang mengalami sembelit, sulit buang air kecil, demam, atau kecanduan alkohol.
Lakukan pemeriksaan ke dokter jika nyeri haid yang Anda alami tidak kunjung membaik setelah 5 hari menggunakan Feminax.
Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan Feminax.
Dosis dan Aturan Pakai Feminax
Dosis Feminax untuk mengobati nyeri haid dan kram perut berbeda-beda, tergantung pada usia penderitanya. Berikut ini adalah penjelasannya:

Dewasa: 1–2 tablet, 3 kali sehari.
Anak-anak atau remaja usia 10–16 tahun: 1 tablet, 3 kali sehari.
Cara Mengonsumsi Feminax dengan Benar
Pastikan untuk mengikuti instruksi yang diberikan oleh dokter dan selalu baca petunjuk penggunaan yang ada di kemasan ketika mengonsumsi Feminax. Feminax dikonsumsi untuk meredakan nyeri saat menstruasi atau kram perut.

Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan tablet Feminax dengan bantuan air putih. Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet, agar tidak mengganggu efektivitas obat.

Jika nyeri perut atau kram perut tidak membaik setelah 5 hari menggunakan Feminax, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Simpan Feminax pada suhu ruangan, terhindar dari kelembapan, hawa panas, dan sinar matahari langsung. Jauhkan Feminax dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Feminax Dengan Obat Lain
Beberapa efek interaksi bisa muncul jika Feminax digunakan bersama dengan obat lain. Efek interaksi yang mungkin muncul adalah:

Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika digunakan bersama probenecid, metoclopramide, domperidone, antihistamin, antidepresan, atau antikolinergik, seperti atropin atau scopolamine
Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan carbamazepine, cholestyramine, imatinib, phenobarbital, atau phenytoin
Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan warfarin
Peningkatan kadar chloramphenicol di dalam darah
Efek Samping dan Bahaya Feminax
Kandungan paracetamol dan ekstrak hiosiami dari Feminax dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti:

Sakit kepala
Pusing
Bingung
Denyut jantung yang cepat
Lelah atau lemas yang tidak biasa
Muntah
Nyeri atau sulit buang air kecil
Sariawan
Timbul memar pada kulit
Nyeri punggung
Segera berkonsultasi dengan dokter bila efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau semakin parah. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, overdosis obat, atau efek samping yang serius, seperti:

Demam atau menggigil
Gelisah atau linglung
Gangguan mental, seperti berhalusinasi atau mengalami delirium
Gangguan penglihatan
Denyut jantung semakin meningkat atau tidak beraturan
Penyakit kuning
Lihat lebih lanjut mengenai:

Dismenore
Premenstrual Syndrome

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *