Gliserol adalah obat untuk mengatasi konstipasi

Gliserol adalah obat untuk mengatasi konstipasi, batuk, dan kulit kering. Selain itu, gliserol atau gliserin juga dapat digunakan untuk meningkatkan kelembapan kulit, serta menurunkan tekanan pada bola mata akibat glaukoma.

Gliserol bekerja dengan menarik air yang ada di dalam tubuh. Dalam mengatasi konstipasi, gliserol menarik air ke dalam usus besar, sehingga menimbulkan rangsangan buang air besar dalam waktu 15-60 menit.

Peringatan Sebelum Menggunakan Gliserol
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan gliserol, yaitu:

Jangan menggunakan gliserol Anda memiliki alergi terhadap obat ini.
Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat obstruksi usus, kolitis ulseratif, megakolon toksik, perdarahan dari dubur (anus), hipervolemia (kelebihan cairan di dalam tubuh), gagal jantung, penyakit ginjal, diabetes, atau dehidrasi.
Harap berhati-hati dalam menggunakan gliserol jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
Harap berhati-hati dalam menggunakan gliserol bila Anda mengalami keluhan nyeri perut, mual, atau muntah.
Konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum menggunakan gliserol bila terjadi konstipasi yang sudah berlangsung selama 2 minggu.
Disarankan untuk tidak menggunakan gliserol lebih dari 1 minggu. Segera konsultasikan kepada dokter bila keluhan tidak membaik.
Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk obat herbal dan suplemen.
Jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan gliserol, segera temui dokter.
Dosis dan Aturan Pakai Gliserol
Dosis gliserol dibagi berdasarkan kondisi yang ditangani dan bentuk sediaan obat. Berikut ini adalah dosis gliserol yang biasanya disarankan oleh dokter:

Kondisi: Konstipasi

Bentuk obat suppositoria

Dewasa: 2–3 gram satu kali sehari
Anak-anak 2–5 tahun: 1–1,2 gram satu kali sehari
Anak-anak 6 tahun ke atas: 2–2,1 gram satu kali sehari
Kondisi: Batuk

Bentuk obat sirop dengan kadar gliserol 15%

Dewasa dan anak-anak >1 tahun: 5-10 ml 3–4 kali sehari
Anak-anak 3 bulan hingga <12 bulan: 5 ml 3–4 kali sehari
Kondisi: Kulit kering

Bentuk obat krim 20% atau 40%

Dewasa dan anak-anak: Oleskan krim secara rutin pada kulit
Cara Menggunakan Gliserol dengan Benar
Gunakan gliserol sesuai anjuran dokter atau informasi yang tertera pada kemasan. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Gliserol suppositoria digunakan dengan cara dimasukkan melalui anus atau dubur. Untuk menggunakan gliserol supositoria, ikuti tahapan-tahapan berikut ini:

Cuci tangan sampai bersih sebelum membuka kemasan obat. Anda bisa menyimpan obat terlebih dahulu di kulkas jika tekstur obat terlalu lembek.
Sobek satu strip obat lalu buka kemasan plastik dengan menggenggam dua katup pembuka. Tarik kedua katup dengan hati-hati untuk membuka bagian ujung obat. Jika perlu, ujung obat dapat dibasahi dengan air untuk membantu memasukkan obat ke dalam anus.
Berbaring menyamping dan letakkan kedua lutut menyentuh dada.
Gunakan jari tengah atau telunjuk untuk memasukkan bagian ujung obat ke dalam anus. Dorong obat menggunakan jari-jari sampai posisinya dirasakan cukup dalam.
Luruskan kedua tungkai kaki. Usahakan tetap nyaman dan rileks untuk menahan obat tetap berada di dalam anus.
Beri waktu selama 15–20 menit agar efek obat bekerja dengan baik.
Terakhir, cuci tangan hingga bersih.
Untuk menggunakan cairan enema, pencet botol hingga seluruh cairan masuk melalui dubur. Gliserol supositoria atau cairan enema dapat memicu Anda untuk buang air besar dalam durasi 15–60 menit.

Apabila lupa menggunakan gliserol, segera gunakan saat ingat jika jeda dengan jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Simpan gliserol pada tempat yang sejuk, serta terhindar dari hawa panas, kondisi yang lembap, dan sinar matahari. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Gliserol dengan Obat dan Bahan Lain
Hindari menggunakan gliserol dengan obat pencahar lainnya, kecuali disarankan oleh dokter. Meski belum diketahui dampaknya, menggunakan gliserol dengan obat atau bahan lainnya dapat menimbulkan interaksi obat.

Efek Samping dan Bahaya Gliserol
Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan gliserol berdasarkan bentuk sediaan obat.

Gliserol oral dapat menimbulkan efek samping berupa:

Kembung
Sakit kepala
Pusing
Mual
Muntah
Kehausan
Diare
Gliserol topikal dapat menyebabkan kulit:

Tampak kemerahan
Terasa gatal
Muncul sensasi terbakar
Gliserol suppositoria dapat menimbulkan efek samping berupa:

Sensasi terbakar atau iritasi pada dubur
Kram perut
Tinja mengandung lendir
Sementara itu, gliserol suntik dapat menyebabkan efek samping berupa kerusakan pada sel darah merah.

Segera hubungi dokter bila mengalami keluhan yang telah disebutkan di atas. Pemeriksaan ke dokter juga perlu segera dilakukan jika Anda mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:

Nyeri perut yang menetap
Buang air besar berdarah atau perdarahan dari dubur
Diare terus menerus
Lihat lebih lanjut mengenai:

Irritable Bowel Syndrome
Konstipasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *