HCG atau human chorionic gonadotropin adalah hormon alami yang dibentuk oleh tubuh pada saat hamil

HCG atau human chorionic gonadotropin adalah hormon alami yang dibentuk oleh tubuh pada saat hamil. Oleh karena itu, hormon ini diolah dan dibuat menjadi obat suntik untuk meningkatkan kesuburan. Hormon HCG akan membuat sel telur menjadi matang, sehingga siap dibuahi dan terjadi kehamilan.

Menggunakan Human Chorionic Gonadotropin dengan Benar
Human chorionic gonadotropin (HCG) disuntikkan ke dalam otot. Penyuntikan HCG hanya boleh dilakukan oleh dokter, atau oleh petugas medis atas perintah dokter. Mintalah dokter untuk mengganti suntikan HCG, bila obat terlihat keruh.

Jangan minum alkohol selama pengobatan dengan HCG, karena bila terjadi kehamilan, alkohol dapat menyebabkan bayi terlahir cacat.

Jika melewatkan jadwal penyuntikan HCG, segera hubungi dokter untuk membuat jadwal terapi baru.

Efek Samping Human Chorionic Gonadotropin
Ada beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penyuntikan hormon human chorionic gonadotropin (HCG), yaitu:

Nyeri pada daerah yang disuntik
Perut kembung
Nyeri pada perut atau panggul
Pusing
Merasa lelah
Gelisah
Depresi
Anak laki-laki yang mendapat suntikan ini dapat menunjukkan tanda-tanda pubertas dini, seperti munculnya jerawat, kumis, dan suara pecah.

Selain efek samping di atas, ada beberapa efek samping serius yang mungkin terjadi akibat penggunaan HCG, antara lain:

Reaksi alergi obat, seperti muncul ruam, gatal, muka bengkak, penurunan kesadaran, hingga sesak napas.
Nyeri dada
Salah satu sisi tubuh terasa lemah
Bicara cadel
Segera temui dokter bila timbul gejala-gejala tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *