Ketoconazole ialah obat untuk menangani infeksi jamur

Ketoconazole ialah obat untuk menangani infeksi jamur. Obat ini berperan untuk menangani bermacam tipe infeksi jamur di kulit, seperti panu, kurap, kutu air, dan infeksi jamur pada bagian badan lain, seperti kandidiasis pada vagina.

Ketoconazole ada berbentuk cream 2%, tablet 200 mg, dan shampo. Obat ini bekerja dengan hentikan dan menahan perkembangan jamur.
Peringatan Saat sebelum Konsumsi Ketoconazole
Tidak boleh konsumsi atau memakai ketoconazole bila Anda mempunyai alergi pada ketoconazole atau obat antijamur azole yang lain, seperti fluconazole dan itraconazole.
Janganlah minum alkohol sepanjang konsumsi atau memakai ketoconazole karena bisa tingkatkan resiko berlangsungnya masalah hati.
Beritahu dokter bila Anda sedang konsumsi obat, suplemen, dan obat herbal saat sebelum konsumsi atau memakai ketoconazole.
Beritahu dokter bila Anda menanggung derita masalah hati, jantung, dan ginjal, dan mempunyai keadaan klinis tertentu, seperti aritmia, kandungan testoteron yang rendah, dan pengurangan peranan kelenjar adrenal.
Beritahu dokter bila Anda sedang hamil, menyusui, atau berencana kehamilan, saat sebelum memakai ketoconazole.
Bila terjadi reaksi alergi obat atau overdosis sesudah konsumsi atau memakai ketoconazole, selekasnya jumpai dokter.
Jumlah dan Ketentuan Gunakan Ketoconazole
Jumlah ketoconazole bergantung pada tipe infeksi jamur dan tingkat keparahannya. Berikut penuturannya:

Infeksi jamur mekanismeik (systemic fungal infection)

Untuk menyembuhkan infeksi jamur yang mempengaruhi beberapa organ (mekanismeik), seperti histoplasmosis, dokter akan memberi ketoconazole tablet dengan jumlah berikut ini:

Dewasa
1 tablet 200 mg, sekali satu hari. Bila dibutuhkan, jumlah bisa dinaikkan jadi 400 mg, sekali satu hari.
Anak umur di atas dua tahun
3,3-6,6 mg/kgBB, sekali satu hari.
Infeksi jamur di kulit
Beberapa macam infeksi jamur kulit yang dapat ditangani dengan ketoconazole ialah:

Infeksi karena jamur Candida di kulit (cutaneous candidiasis)
Kurap (tinea corporis)
Infeksi jamur di selangkangan (tinea cruris)
Infeksi jamur tangan (tinea manum)
Kutu air (tinea pedis)
Untuk beberapa kondisi itu, berikan ketoconazole cream 2% di tempat yang terkena, sekitar 1-2 kali satu hari, sepanjang 2-4 minggu.

Panu (pityriasis versicolor)

Untuk menyembuhkan panu ke orang dewasa, jumlah yang diperlukan ialah:

Cream 2%
Pakai pada tempat yang terkena 1-2 kali satu hari, sepanjang 2-3 minggu. Pakai cream sampai sekian hari sesudah tanda-tanda lenyap atau seperti saran dokter.
Shampo 2%
Pakai shampo satu hari sekali, sepanjang optimal 5 hari. Untuk penjagaan panu, pakai shampo satu hari sekali.
Dermatitis seboroik

Untuk menyembuhkan dermatitis seboroik ke orang dewasa, berikut jumlah ketokonazole:

Cream 2%
Berikan ketoconazole cream ke tempat memiliki masalah sekitar 1-2 kali, sepanjang 2-4 minggu.
Shampo 2%
Berikan shampo di kulit kepala yang basah sekitar 2 kali satu minggu, sepanjang 2-4 minggu.
Sindrom Cushing

Untuk menangani sindrom Cushing, dokter akan memberi ketoconazole tablet 200 mg. Berikut jumlah untuk orang dewasa dan beberapa anak berumur di atas 12 tahun:

Jumlah awalnya
400-600 mg setiap hari. Jumlah bisa di turunkan jadi 200 mg sesudah penggunaan sepanjang 7-28 hari.
Jumlah kelanjutan
600-800 mg setiap hari, jumlah optimal 1.200 mg setiap hari. Pemakaian obat ini bisa disetop seperti keadaan liver dan kelenjar adrenal pasien.
Langkah Memakai Ketoconazole dengan Betul
Pakai ketoconazole seperti saran dokter atau panduan yang tercantum di paket obat. Tidak boleh stop memakai obat ini saat sebelum saat yang ditetapkan oleh dokter. Walaupun infeksi kelihatan telah pulih, jamur masih mempunyai potensi tumbuh kembali jika penyembuhan disetop begitu cepat.

Bila lupa konsumsi ketoconazole tablet, cepatlah mengkonsumsinya bila interval dengan agenda konsumsi selanjutnya belum begitu dekat. Kalau sudah dekat, acuhkan dan tidak boleh melipatgandakan jumlah.

Yakinkan ada jarak saat yang cukup di antara satu jumlah dengan jumlah selanjutnya sepanjang konsumsi tablet ketoconazole. Upayakan untuk minum obat pada pukul yang serupa sehari-harinya, buat mengoptimalkan dampak obat.

Saat sebelum memakai cream ketoconazole, membersihkan dahulu tempat kulit yang terkena dan ingin dibaluri cream, lalu keringkan. Seterusnya, berikan cream seperlunya pada tempat itu. Janganlah lupa membersihkan tangan saat sebelum atau sesudah memoleskan obat.

Ketoconazole beri cuman bisa dipakai sebagai obat luar, tidak boleh dibalurkan pada hidung, mata, mulut, atau di kulit yang cedera, tergesek, atau terbakar.

Jika memang perlu memakai ketoconazole shampo, ratakan busa shampo sampai tutupi semua rambut dan kulit kepala. Kemudian, biarkan sepanjang 5 menit saat sebelum dibasuh sampai bersih. Bila berkenaan mata, selekasnya bersihkan sama air.

Hindari ketoconazole dari pancaran cahaya matahari dan taruh pada temperatur ruang. Jauhi dari capaian beberapa anak.

Hubungan Ketoconazole dengan Obat Lain
Bila dimakan dengan beberapa obat lain, ketoconazole bisa memunculkan beberapa dampak hubungan obat, yakni:

Turunkan kandungan ketoconazole pada darah, bila dipakai bersama rifampicin, isoniazid, efavirenz, nevirapine, dan phenytoin.
Tingkatkan dampak midazolam dan alprazolam sampai bisa membuat seorang susah bernapas.
Tingkatkan kandungan digoxin, fentanyl, oxycodone, warfarin, dan sildenafil pada tubuh.
Tingkatkan resiko berlangsungnya hiperkalemia dan hipotensi, jika dipakai dengan eplerenone.
Tingkatkan resiko berlangsungnya ekstensi jeda QT,bila dipakai dengan cisapride, quinidine, ranolazine,dan terfenadine
Tingkatkan resiko berlangsungnya masalah otot, bila dipakai bersama lovastatin dan simvastatin.
Tingkatkan resiko berlangsungnya pendarahan, jika dipakai dengan dabigatran.
Dampak Samping dan Bahaya Ketoconazole
Ketokonazole dapat mengakibatkan efek berbentuk:

Muntah dan mual
Sakit di kepala
Mata peka pada sinar
Pengubahan situasi hati
Stres
Diare
Pengurangan berat tubuh
Pengubahan transisi menstruasi
Pengurangan libido
Pembesaran payudara pada pria
Memar-memar dan mimisan
Kerjakan pengecekan ke dokter bila Anda alami tanda-tanda di atas. Cepatlah ke IGD bila ada reaksi alergi yang kronis, seperti lebam di bibir dan muka atau susah bernapas, sesudah mengggunakan atau konsumsi ketokonazole.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *