Orlistat adalah obat yang digunakan untuk menurunkan berat badan pada orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas

Orlistat adalah obat yang digunakan untuk menurunkan berat badan pada orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Obat ini juga bisa menurunkan risiko naiknya berat badan kembali. Agar lebih efektif, konsumsi obat ini harus disertai olahraga rutin dan diet untuk membatasi asupan kalori.

Orlistat merupakan obat antiobesitas yang bekerja dengan cara menghambat enzim pemecah lemak, sehingga lemak tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Dengan begitu, lemak yang dikonsumsi akan dibuang dan berat badan diharapkan akan berkurang. Orlistat hanya boleh digunakan sesuai resep dokter.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Orlistat
Orlistat hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi orlistat:

Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Orlistat tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap obat ini.
Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, sindrom malabsorpsi, diabetes, atau gangguan pada saluran empedu, seperti kolestasis.
Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, terutama obat kontrasepsi, ciclosporin, antikoagulan, atau vitamin A, D, E, dan K, karena orlistat dapat menggangu kinerja obat-obat tersebut.
Jangan menggunakan orlistat jika Anda memang tidak sedang mengonsumsi makanan yang berlemak, karena obat ini hanya bereaksi pada makanan yang mengandung lemak.
Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah mengonsumsi orlistat.
Dosis dan Aturan Pakai Orlistat
Dosis dan aturan pakai orlistat akan ditentukan oleh dokter dan disesuaikan dengan indeks masa tubuh, sehingga perlu dilakukan dulu pengukuran indeks massa tubuh (IMT). Orlistat hanya direkomendasikan bagi penderita obesitas yang memiliki nilai IMT 27 kg/m² atau lebih.

Untuk pasien dengan IMT 27kg/m² atau lebih, dosis umum orlistat yang akan diberikan oleh dokter adalah 60–120 mg, 3 kali sehari tiap waktu makan per harinya. Pemantauan berat badan akan dilakukan secara berkala.

Selalu ikuti jadwal kontrol dan anjuran dokter selama menjalani pengobatan dengan orlistat. Umumnya, setelah 12 minggu mengonsumsi obat ini, penderita obesitas bisa mengalami penurunan berat badan sebanyak 5 persen dari berat badan awalnya.

Cara Mengonsumsi Orlitsat dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca aturan penggunaan yang terdapat pada kemasan sebelum mengonsumsi orlistat.

Orlistat sebaiknya dikonsumsi saat makan atau paling lambat 1 jam setelah makan. Orlistat hanya bekerja jika ada lemak dari makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Apabila lupa mengonsumsi obat, abaikan dan lanjutkan konsumsi obat seperti biasa pada jam makan berikutnya. Jangan menggandakan dosis orlistat pada jadwal makan berikutnya untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Selama menjalani pengobatan dengan orlistat, disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan kalori yang tidak berlebihan, mengurangi konsumsi lemak, makan makanan yang kaya serat, serta berolahraga secara rutin.

Simpan orlistat di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Orlistat dengan Obat Lain
Berikut ini adalah sejumlah interaksi yang dapat terjadi jika orlistat dikonsumsi bersamaan dengan obat lain:

Menurunkan efektivitas obat antiretroviral, seperti atazanavir, ritonavir, atau tenofovir
Mengurangi kadar dan efektivitas dari amiodarone atau ciclosporin dalam darah
Menurunkan penyerapan garam beryodium, beta karoten, atau vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K
Menurunkan efektivitas obat kontrasepsi, seperti pil KB
Meningkatkan risiko terjadinya pendarahan jika digunakan dengan obat antikoagulan, seperti warfarin
Efek Samping dan Bahaya Orlistat
Efek samping yang bisa timbul setelah mengonsumsi orlistat adalah:

Tinja yang berlemak
Perut kembung
Inkontinensia tinja
Timbul bercak minyak di pakaian dalam
Tiba-tiba mulas dan muncul dorongan untuk BAB
Lakukan pemeriksaan ke dokter jika keluhan yang disebutkan di atas tidak kunjung reda atau semakin parah. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

Nyeri pada kandung kemih
Perubahan warna pada urine dan tinja
Nyeri saat buang air kecil
Penyakit kuning
Muntah atau diare
Rasa lelah dan lemas yang tidak biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *