Papaverine adalah obat yang digunakan untuk melemaskan otot-otot polos

Papaverine adalah obat yang digunakan untuk melemaskan otot-otot polos, sehingga juga dapat membuat pembuluh darah melebar dengan melemaskan otot polos pada dinding pembuluh darah. Otot polos merupakan otot yang tidak dapat dikontrol gerakannya, seperti pada pembuluh darah dan organ dalam yang berongga, misalnya lambung, usus, atau kandung kemih.

Obat ini umumnya digunakan untuk menangani sejumlah kondisi akibat ketegangan otot polos yang dapat menimbulkan gangguan sirkulasi darah, serta keluhan nyeri dada atau kram perut.

Peringatan:
Harap berhati-hati dalam menggunakan papaverine jika sedang atau pernah menderita gangguan hati, glaukoma, gangguan irama jantung, atau penyakit Parkinson.
Sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat, karena papaverine bisa menyebabkan rasa kantuk atau pusing.
Hentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat lain, termasuk obat resep, obat bebas, produk herba, atau suplemen.
Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi papaverine, segera temui dokter.
Dosis Papaverine
Dosis tablet papaverine untuk orang dewasa: 100-300 miligram sebanyak tiga sampai lima kali dalam satu hari.

Untuk papaverine tablet jenis pelepasan lambat: 150 miligram tiap 12 jam. Dosis bisa ditingkatkan menjadi 150 miligram tiap delapan jam atau 300 miligram tiap 12 jam.

Dosis suntikan papaverine: 30-65 miligram selama satu sampai dua menit. Jika dibutuhkan, dosis bisa ditingkatkan menjadi 120 miligram. Suntikan bisa dilakukan kembali tiap tiga jam.

Menggunakan Papaverine Dengan Benar
Ikuti petunjuk pada kemasan obat dan anjuran dokter saat mengonsumsi papaverine. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa izin dokter.

Untuk tablet pelepasan lambat, papaverine disarankan untuk ditelan secara utuh tanpa menghancurkan atau mengunyahnya di dalam mulut.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi papaverine pada jam yang sama setiap hari.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi papaverine, disarankan untuk segera melakukannya begitu ingat, apabila jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Untuk papaverine dalam bentuk suntikan, pemberiannya hanya dilakukan oleh dokter.

Interaksi Obat

Penggunaan obat berikut mungkin menyebabkan interaksi yang tidak diinginkan jika dikonsumsi dengan papaverine, antara lain:

Meningkatkan efek mengantuk bila digunakan dengan morfin.
Dapat mengurangi efektivitas levodopa.
Efek Samping Papaverine
Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping papaverine yang umumnya terjadi, antara lain:

Mengantuk
Sakit kepala
Lemas
Ruam kulit
Berkeringat
Wajah memerah
Mual
Nyeri lambung
Nafsu makan menurun
Diare
Konstipasi.
Segera temui dokter jika efek samping terjadi secara berkepanjangan, atau bertambah buruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *